Materi Pengertian Dampak Pelapukan, Erosi dan Sedimentasi

Materi Pengertian Dampak Pelapukan, Erosi dan Sedimentasi РPelapukan, Erosi dan Sedimentasi Gumuk pasir Parangtritis yang berada di kabupaten Bantul DIY, merupakan salah satu hasil dari aktivitas tenaga eksogen. Tenaga eksogen yaitu tenaga yang berasal dari luar bumi. Bentuk-bentuk tenaga eksogen meliputi pelapukan, erosi, dan sedimentasi Untuk lebih jelasnya, mari kita bahas satu persatu bentuk tenaga eksogen.

Materi Pengertian Dampak Pelapukan
Materi Pengertian Dampak Pelapukan
  1. Pelapukan adalah proses penghancuran massa suatu bahan dari ukuran yang besar menjadi kecil oleh tenaga eksogen. Pelapukan dapat dipengaruhi oleh banyak hal. Berikut penyebab pelapukan:
  • Pelapukan fisik atau mekanik terjadi oleh adanya tenaga panas, air mengalir, gletser, angin, dan air hujan. Pelapukan fisik terjadi secara alami tanpa ada campur tangan manusia. Proses pelapukan ini sangat dipengaruhi kondisi alam suatu wilayah. Contonya adalah hancurnya batuan besar menjadi batuan ukurannya lebih kecil.
  • Pelapukan kimiawi adalah proses penghancuran batuan akibat perubahan susunan kimiawi batuan asal. Umumnya pelapukan kimiawi terjadi di daerah kapur beriklim tropis. Misalnya daerah pegunungan kapur Gunung Kidul (Yogyakarta). Berbagai hasil pelapukan kimiawi adalah terbentuknya stalaktit dan stalakmid yang ada di gua kapur, adanya sungai bawah tanah.
  • Pelapukan organik terjadi oleh aktivitas manusia, hewan, maupun tumbuhan. Misalnya: aktivitas berbagai binatang kecil seperti cacing yang tinggal di dalam tanah mempercepat rusaknya batuan; humus dan lumut yang menempel pada batuan menyebabkan batuan menjadi melapuk.
  1. Batuan yang telah lapuk secara berangsur-angsur akan dikikis dan dipindahkan ke tempat lain oleh tenaga eksogen. Proses pengikisan dan pengangkutan material hasil lapukan itulah yang disebut erosi. Factor penyebab erosi antara lain:
  • Erosi oleh air sungai (erosi aquatis) merupakan kikisan air sungai yang menghasilkan lembah, ngarai, serta meander atau kelokan sungai. Kikisan dipengaruhi oleh kecepatan dan jumlah air sungai.
  • Erosi oleh air laut (abrasi) Kikisan oleh air laut menghasilkan pantai terjal (cliff), relung-relung pantai, dan gua laut (sea cave).
  • Erosi oleh gletser (erosi glasial atau eksharasi) kikisan oleh es, hasil erosi gletser misalnya danau gletser dan berubahnya muka palung. Jika semula berbentuk V menjadi berbentuk U.
  • Erosi oleh angin (deflasi) Kikisan oleh tenaga angin banyak terjadi di daerah gurun atau di daerah terbuka. Hasinya berupa batu jamur.
  1. Sedimantasi adalah Peristiwa pengendapan material yang dibawa oleh tenaga pengerosi. Tempat di mana tenaga erosi berkurang atau berhenti sama sekali merupakan tempat pengendapan atau sedimentasi. Jenis sedimentasi dipengaruhi tenaga pengangkut dan tempat pengendapan. Sedimentasi menurut tenaga pengangkut Berdasarkan tenaga pengangkutnya, terdapat jenis sedimentasi sebagai berikut.
  • sedimentasi aquatis (diangkut oleh air) , hasilnya berupa terbentuknya kipas alluvial, parit (sungai kecil) dan delta, contohnya delta sungai Bengawan solo, delta sungai Mahakam, dan delta sungai membramo.
  • sedimentasi aeris (diangkut oleh angin), hasilnya berupa sand dunes atau bukit pasir, contohnya gumuk pasir parangtritis.
  • sedimentasi marine (diangkut oleh air laut), hasilnya berupa bars (gosong pasir di pantai yang arahnya memanjang) dan beach (pantai yang berlereng landai).
  • sedimentasi glasial (diangkut oleh es atau gletser), hasilnya berupa morena, drumlin, dan esker.
Sidebar