25 Metode Pembelajaran yang Menarik dan Menyenangkan

Metode pembalejaran merupakan salah satu cara mengajar paling efektif di saat ini. Ada banyak metode yang bisa digunakan ketika anda ingin mengajar dikelas dengan mendapatkan susana belajar yang lebih bervariasi. Tuntuan guru saat ini salah satunya adalah bisa mecipatakan susana kelas yang nyaman dan menyenangkan,oleh karen itu pengusaan dalam setiap metode belajar wajib di fahami.

Dalam menggunakan metode belajar setiap mapel tentu saja berbeda, misalkan saja anda mengajar mapel sejarah maka bisa menggunakan salah satu metode pembalajaran rOle Playing disini misalkan anda mengajar materi mengenai proklamasi dan membagi peran siswa sesuai dengan isi materi dan pembahasan.

Apa fungsi utama dari metode pembalajaran ini ? Salah satunya adalah dalam meberikan pemahaman langsung kepda sisiwa melalui peraktik setelah mereka memahami teorinya. Dibawah ini ada beberapa metode pemebelajran yang bisa anda terapkan selain menggunakan metode diatas :

  1. Learning conditioning (meminta diam untuk mengingatkan, menyeru secara langsung dan perintah untuk menyimak dan diam dengan cara tidak langsung);
  2. Make Match : Make match/bermain kartu : Sebuah metode pembelajaran yang bisa dikatakan sangat menarik untuk anda coba. Cara penerapanya sbagai berikut : Contoh kasus 1 dalam materi IPS ( Geografi Bentuk Muka Bumi ) kelas dibagi menjadi empat kelompok besar. kelompok pertama dan kedua sebagai pemegang kartu yang berisi soal pertanyaan, dan kelompok ke tiga dan ke empat sebagai kelompok pemegang kartu jawaban.
  3.  Active interaction (interaksi pendengaran : teknik berbicara, tidak bertele-tele pada ucapan dan tidak terlalu bernada puitis, memperhatikan intonasi, diam sebentar ditengah-tengah penjelasan; interaksi pandangan : eye contact dalam mengajar, memanfaatkan ekspresi wajah, tersenyum);
  4. Applied-learning (metode praktikum yang diterapkan oleh guru dan yang dilakukan oleh siswa);
  5. Scanning and levelling (memahami siswa secara individu sesuai tingkat kecerdasannya);
  6. Discussion and feed-back (metode yang logis dalam memberikan jawaban dan membuat contoh sederhana yang mudah dipahami);
  7. Story telling (bercerita);
  8. Analogy and case study (memberikan perumpamaan dan studi kasus nyata di sekitar kehidupan);
  9. Teaching and Motivating (meningkatkan gairah belajar dan rasa keingintahuan yang tinggi);
  10. Body language (membuat penyampaiannya bertambah terang, lebih pasti dan jelas; menarik perhatian pendengar dan membuat makna yang dimaksud melekat pada pikiran; mempersingkat waktu);
  11. Picture and graph technology (penjelasan diperkuat dengan gambar atau tulisan);
  12. Reasoning and argumentation (mengungkapkan alasan akan memperjelas sesuatu yang sulit dan berat agar dipahami oleh siswa);
  13. Self reflection (memberi kesempatan kepada siswa untuk menjawab sendiri suatu pertanyaan agar siswa dapat mengoptimalkan kerja otak dan mengasah pikiran);
  14. Affirmation and repetition (pengulangan kalimat dan ucapan nama);
  15. Focus and point basis ( menggunakan teknik berdasarkan rumusan-rumusan besar atau poin akan membantu siswa dalam menyerap ilmu dan menjaganya dari lupa);
  16. Question and answer metodh (teknik bertanya untuk menarik perhatian pendengar dan membuat pendengar siap terhadap apa yang akan disampaikan kepadanya);
  17. Guessing with question (penting untuk memperkuat pemahaman dan memperbesar keingintahuan);
  18. Encouraging student to ask (guru memberikan kesempatan dan motivasi kepada siswa untuk berani mengajukan pertanyaan : bertanya dapat menghapus kebodohan serta memperbaiki pemahaman dan pemikiran dan menjadi alat evaluasi guru atas cara penyampaian pelajarannya)
  19. Wisdom in answering question (menyikapi orang-orang yang mengajukan pertanyaan sesuai dengan tingkat pengetahuannya; menyikapi si penyanya dengan sikap yang bermanfaat baginya);
  20. Commenting on student question (memberikan komentar terhadap jawaban siswa);
  21. Honesty (seorang guru harus menanamkan sikap mulia berani mengakui ketidaktahuan ke dalam diri siswanya. ucapan ‘aku tidak tahu adalah bagian dari ilmu’)
  22. Snow ball throwing;  Metode ini digunkan dalam segala kondisi, baik pada awal mata pelajaran, akhir dan waktu evaluasi dalam pembelajaran. Lalu ada beberapa hal yang harus kita perhatikan dalam menggunkan metode ini, yaitu cara menggunkanya. Dibawah ini akan saya jelaskan tahapan dalam menggunakan metode snow ball, Snow ball membutuhkan peralatan sederhana, misalkan sebuah bola (Ukuran terserah anda) Pergunakan backsound music untuk mengiringi permainan ini, jika tidak ada peralatan penunjang  maka anda bisa memanfaatkan siswa dan siswi untuk bernyanyi dalam mengiringi snow ball throwing. Durasi waktu bisa disesuaikan dengan susunan soal yang sudah anda buat Yang paling penting metode ini sangat cocok digunakan dalam evaluasi pembelajran
  23. Make match , Metode make match baik digunakan jika suasana kelas mulai sepi dan para murid sudah tidak memperhatikan pelajaran .Perancangan metode ini sangat simple, berikut beberapa langkah yang anda lakukan. Persiapkan kartu, jumlah kartu yang disediakan  jumlahnya sama dengan jumlah siswa. Jika jumlah siswa 40 orang, maka anda harus membuat soal 20 dan jawaban 20 Selanjutnya, soal yang 20 ini dibagi dengan siswa dan jawaban yang 20 juga Setelah dibagi maka guru memandu metode ini untuk dijalankan Jika ingin lebih seru lagi, buatlah satu atau dua soal dan jawaban yang tidak cocok alias salah.
  24. Role Playing ( Bermain peran ) Metode ini digunakan untuk memperdalam pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan oleh tenaga didik. Jika anda mengampu mata pelajaran sejarah, ekonomi, maka metode ini sangay cocok untuk dicoba. Berikut langkah-langkah dalam penerapanya Role playing merupakan metode bermain peran, dimana setiap materi dan penokohan baik dari segi sejarah dan pelaku ekonomi misalnya maka akan dibutuhkan peran yang dimainkan oleh siswa Pemilihan peran ini bisa anda embankan untuk para siswa dalam lingkup kelompk Berikan materi yang akan dijadikan pembelajaran “Role Playing”.  Sebagai tahap awal pendalaman karakter yang akan diperankan Take action, disini seorang guru bisa merekam hasil metode pembelajaran ini dan bisa dimanfaatkan dalam jangka waktu yang akan datang.
  25. Question Student Have (QSH) Ini adalah metode yang dipergunakan dalam jenjang yang lebih tinggi. Biasanya digunakan pada kelas VIII atau IX. Karena metode ini membutuhkan kecakapan pikir dalam menjawab  pertanyaan dari temansekelas. Secara rinci metode ini diartikan sebagai suatu metode yang menarapkan konsep bertanya dan menjawab yang di motori oleh siswa itu sendiri. Disini siswa bisa mengeluarkan unek-unek dan bagian-bagian mana dalam suatu materi yang tidak dimengerti kemudian dipecahkan secara bersama.
  • Cara penggunaan metode ini:
  • Bagi kertas kepada semua siswa kemudan suruh mereka menuliskan sebuah pertanyaan
    yang sekiranya belum dimengerti oleh siswa
  • Setelah lembar itu terkumpul, saatnya memechkan masalah secara bersam.
  • Peran guru dibatasi dengan tujuan agar siswa bisa mandiri
  • Guru boleh membantu jika ada siswa yang sudah tidak mampu memecahkan soal .

 

Sidebar