Fiksi Cerita Horor Misteri Menyeramkan

Fiksi Cerita Horor Misteri Menyeramkan ok kali ini saya akan berbagi kepada kamu salah satu cerita yang menyeramkan dimana memang bisa kalian jadikan sebuah rujukan dalam belajar bahasa Indonesia sebagai salah satu kisah yang menyeramkan dan horor tentunya.

Biasanya kejadian horor ini akan terjadi disebuah gedung sekolah, kemudian gedung tua atau sebuah pohon besar nah dibawah ini beberapa contoh yang bisa kalian baca ya, tapi bacanya jangan sampai ketakutan kalau takut bisa deh di tempat umum pas banyak orang.

Kumpulan Cerita Horor Misteri Menyeramkan

Fiksi Cerita Horor Misteri Menyeramkan

TAHUN BARU BERSAMA PENAMPAKAN

Dulunya jalan untuk akses yang kedua menuju ke kampung rudy itu pernah ada gardu gan, semacam kayak pos kampling kecil dan disitu juga ada penjaga rel yang hanya membawa bendera untuk memberi aba-aba kalau saja ada kereta lewat, karena ditempat ane belum ada palang pintu, dulu katanya sih yang ane denger belum banyak yang melintasi jalan tersebut, jadi belum bisa di buatkan palang perlintasan.

Ane juga inget ketika masih kecil sering buat celurit/pisau kecil yang terbuat dari paku terus ane lindaskan ke kereta yang sedang lewat, dan di gardu itulah ane bersama temen-temen untuk sekedar menunggu kereta lewat untuk mengambil celurit/pisau yang terbuat dari paku itu. Bagi anak-anak kecil yang tinggal didesa deket rel pasti udah paham.

Dan kenapa gardu itu sudah tak dijaga lagi? karena keangkeran tempat disitulah yang membuat orang yang jaga gak kuat dengan gangguan mahluk halus disitu. Hingga akhirnya gardu tersebut tak terawat akhirnya dirobohin sama warga. disitulah ceweknya andi melihat penamakan.

Cerita ibunya rudi meninggalkan duka sekaligus ketakutan pada temen-temen ane, khususnya siska. Karena dialah yang mendengar dan melihat dari sosok penampakannya langsung. Bahkan kata ibunya rudi, dulu waktu masih anget-angetnya kejadian itu, karena kebetulan motor yang dipakai korban itu terseret sampai 500 meter dari kejadian kecelakaannya, dan disekitar siska lihat penampakan itulah bagian-bagian pretelan dari motor korban. Sosok itu sering menampakkan dirinya, Bahkan penampakannya tersebut juga sering menampakkan diri dirumahnya sekedar melihat anak-anaknya yang masih kecil.

Dari kecil anak-anaknya sudah ditinggal jadi TKW ke luar negeri gan, dan pulang demi membahagiakan anak-anaknya tapi baru sekitar sebulan sudah tewas karena kejadian kecelakaan itu. Ane pun penasaran dengan apa yang terjadi pada tukang ojek yang diceritakan oleh ibunya rudi, kata ibunya rudi:

Malam itu si tukang ojek melihat sosok wanita yang sendirian di sekitar 1 KM dari stasiun, si tukang ojek pun nyamperin untuk sekedar menawarkan kepada wanita itu untuk ngojek. Karena gak mungkin kalau malam-malam menunggu angkot, kondisinya juga sudah sepi, akhirnya si wanita itu bersedia dengan tawaran tukang ojek tersebut, dan berjalanlah mereka menuju ke suatu rumah.

“Kemana mbak?” tanya tukang ojek

“Ke sana lurus saja..” jawabnya

Sekitar hampir setengah jam, si wanita itu mengarahkan tangannnya untuk kode belok ke arah sebuah desa, hingga beberapa menit kemudian si wanita itu menyuruh berhenti di salah satu rumah.

“Berhenti pak!” ucap si wanita itu

Tukang ojek pun mulai berhenti, dia menunggu di salah satu depan rumah warga, dia belum merasakan keanehan, apa yang dia pikir mungkin mau mengambil uang guna membayar ongkos dirinya. Dia melihat si wanita itu berhenti di depan rumah, tapi tukang ojek tersebut tidak terlalu mengamati si wanita itu, karena dia membelokkan motornya berbalik arah untuk jalan pulang. Gak lama kemudian,

“Udah pada tidur anak-anak saya..” Ucap si wanita itu

Ucapan wanita itu didengar oleh tukang ojek. Tapi tukang ojek itu hanya diam.

“Ayo pak.” Suruh wanita kepada tukang ojek itu

Sang pengemudi ojek pun masih diam, dan hanya menuruti dari si wanita itu dengan menyalakan motornya lagi,

“Kemana lagi mbak?” tanya tukang ojek tersebut

“Kesana pak!” jawab si wanita itu

Mereka pun akhirnya berjalan berbalik arah menuju ke jalan raya, tentunya pasti melewati perlintasan rel, tapi sebelum melintasi rel, si wanita itu meminta untuk berbelok,

“Kesana pak!” Sambil menunjukkan tangannya ke sebuah jalan gang di kampung

Ane tau jalan itu, jalan menuju disekitar rumahnya rudi, karena kalau dari rumah ane menuju ke rumah rudi harus melewati rel, baru ada perempatan ke kanan menuju rumah rudi, tapi kalau ingin lebih cepat ya lewat rel.

“Nanti saya minta tolong pak, ambilin motor saya!” pinta si wanita itu

Percakapan yang terjadi antara sang pengemudi ojek dengan hantu penampakan wanita korban kecelakaan itu belum merasakan keanehan, setelah beberapa menit kemudian.

“Berhenti pak!” Pinta si wanita itu

“Ayo pak!” tambahnya

Si wanita itu kemudian turun dan berjalan menuju ke belakang rumah warga yang disamping rel.

Sang pengemudi ojek pun berpikir kalau disuruh mengambilkan motornya, tibalah sang wanita itu dengan pengemudi ojek disamping rel. Setelah tukang ojek dan si wanita itu disamping rel, si tukang ojek meminta ijin untuk kembali ke motornya untuk mengunci setang, karena dia pikir tadinya di sekitar rumah rudi yang gak jauh dari motor si tukang ojek, ternyata di samping kanan belakang rumah rudi. Tapi setelah tukang ojek itu kembali ke tempat si wanita itu, dia kaget ternyata wanita yang dia antar menuju kesitu sudah tidak ada.

Tukang ojek itu masih belum tahu kalau wanita itu adalah penampakan dari korban kecelakaan KA. Dia malah berpikiran bahwa si wanita itu hanya mempermainkan dia untuk tidak bayar ongkos ojeknya. Tapi setelah di cari tidak menemukan wanita itu, akhirnya si tukang ojek pun memilih kembali ke rumah yang pertama si wanita itu meminta untuk berhenti. Tentunya untuk menagih dengan meminta ongkos dari keluarga.

“Assalamualaikum…” Ucap tukang ojek itu sambil ketok rumah

Gak lama kemudian, pintu rumah sudah mulai dibukakan, tukang ojek itu penasaran dengan keadaan rumah yang masih ada karpet dan tikar, bau melati dari toples kaca, sementara kursi-kursinya diletakkan diluar. (biasanya kalau ditempat ane ada orang yang meninggal, segala meja kursi diletakkan diluar gan, diganti karpet atau tikar buat pengajian 7 hari).

“Waalaikumsalam, siapa pak? Ada perlu apa?” tanya bapak dari korban

“Begini pak, tadi saya mengantarkan wanita kebetulan rumahnya disini, terus dia meminta saya untuk di ambilkan motornya di sekitar sana…” Ucap tukang ojek sambil menunjuk tangannya.

“Wanita? Wanita yang mana pak?” jawab bapaknya korban

“Wanita itu tadinya turun disini pak, terus dia ngomong sendiri. Anak-anak sudah pada tidur.” Ucap tukang ojek lagi

Gak lama kemudian ibu dari korban turut menemui tukang ojek itu,

“Wanita disini cuma ada 1 pak, saya… Ada juga sihh tapi masih kecil.” Jawab ibunya korban

“Begini pak, tadi bapak disuruh ambilkan motor ya?” tanya bapak korban lagi

“Apa mungkin…???” Bapak korban penuh tanda tanya

Tukang ojek itu kelihatannya agak sewot karena kerjaannya mengantarkan si wanita itu tanpa hasil,

“Terus ini gimana pak? Soalnya saya udah mengantarkan jauh!!” Ucap tukang ojek itu emosi

“Disini ada anak kecil kan, apa yang ibu ngomong?” tambahnya lagi

“Iyaa pak..” jawab dari ibu korban

“Terus itu anak siapa, soalnya tadi wanita itu ngomong kalau anak-anak sudah pada tidur?” Tanya tukang ojek lagi

“Itu cucu saya! Tapi ibunya sudah meninggal.” Jawab ibu korban

“Malahan Ibunya sudah meninggal belum ada 7 hari, ibunya meninggal karena kecelakaan naik motor di perlintasan rel.” Tambah ibu korban lagi
Tukang ojek itu baru merasakan keanehan yang terjadi kepadanya, karena si wanita itu meminta untuk mengambilkan motornya yang dekat dari rel.

“Apa jangan-jangan itu pak? Tanya tukang ojek

Kedua orang tua korban masih tidak percaya dengan apa yang terjadi dengan tukang ojek itu. Ibunya mulai menangis dengan apa yang terjadi dengan tukang ojek itu. Dia mulai heran dan tidak percaya. Sementara tukang ojek itu yang mulai sewot terlihat bingung sekaligus penasaran siapa orang itu.

Mereka sejenak diam.

“Naahh.. itu bu orangnya!” Tukang ojek itu menunjukan foto yang dipajang didinding rumah korban,

Ibu korban tak kuasa membendung kesedihannya, sampai-sampai dia menangis..

“Itu anak saya yang meninggal belum ada 7 hari pak, apa yang diminta anak saya untuk mengambilkan motornya itu disitulah motor anak saya keseret kereta api.” Ucap bapak korban

Seketika tukang ojek yang tadinya sewot menjadi bingung gak percaya tentang apa yang terjadi dengan dirinya, dia mulai ikut sedih dengan ucapan dari orang tua korban itu, akhirnya tukang ojek itu pun pulang tanpa meminta ongkos.

Penampakan wanita tua yang tewas sore tadi

Waktu sudah menunjukan jam 10.20 an dan ane bertiga sudah tiba dikebon dimana dani memarkirkan motornya waktu itu, dan kita dikagetkan dengan motor rudi yang hilang gan!!

Quote:Setelah kita tiba disebelah utara kebon samping rel

“HAAAAHHH… MOTORKU?” Ucap rudi

Kita bertiga mulai panik gan, melihat wajah rudi yang tidak biasa seperti sebelumnya, dan memang rudi tidak bercanda gan,

Quote:“Dimana motorku?” Tanya rudi panik

Sementara ane melihat dani yang terlihat cemas, bahkan keringatnya melebihi ketika dia berjalan kaki menuju kesitu

“Yang bener rud, emang gak dibawa pulang kan?” Tanya dani memastikan

“Kamu gak denger tadi ibuku ngomong apa?” Ucap rudi

Dani kembali diam

“Tadi diparkirkan disini kan?” Tanya ane

“Iya disini.” Jawab rudi

Ane bertiga saling tengok kanan kiri gan, melihat sekitar, dan jejak-jejak dari motor rudi, mungkin saja malingnya tidak jauh dari tempat tersebut, sementara rudi mulai berjalan menyusuri kebon disamping utara, sedangkan ane hanya berdiri melihat rudi yang sibuk mencari jejak dimana motornya berada, sesekali ane melihat wajah dani yang begitu cemas gan, seperti mau nangis. Rasa takut kita seperti lenyap seketika gan ketika melihat motor rudi yang sudah tidak ada ditempat yang tadi sore diparkirkan.

Quote:“Gimana nihh?” Tanya rudi

Ane dan dani hanya diam tidak bisa berkata apa-apa, kita saling berputar-putar menyusuri lokasi dimana hilangnya motor rudi gan, bahkan sampai semak-semak ilalang kita susuri siapa tahu motor rudi masih disembunyikan maling ditempat sekitar.

Karena kita bertiga tengak tengok ketempat sekitar dimana kita berdiri gan, dani melihat sosok empat orang yang berada disekitar tempat dimana para petani tebu beristirhat, sebenarnya tempat ini jarang digunakan gan, karena pohon tebu termasuk pohon yang perawatannya tidak seperti padi yang setiap hari selalu dicek.

Quote:“Rud, liat disana?” Tanya dani sambil menunjukan kearah gardu

“Apa?” Tanya rudi

“Disana kayak ada orang.” Jawab dani

“Mana? Ohh.. apa mungkin mereka yang ambil dan?” Tanya dani

Ane pun mencoba mengamati gan, waktu itu memang ane tidak melihat apapun gan, tempat tersebut kosong, sepi dan gelap. Ane mulai cleengg terbesit sosok sosok penunggu disana

Ane langsung terdiam dan ane mulai yakin bahwa ada yang tidak beres

“Coba kita liat dari atas!” Ucap dani

Karena kondisi tempat rel yang lebih atas, dari kontur tanah disamping kanan kirinya lebih rendah gan, tentunya memudahkan melihat dari kejauhan gan, segeralah dani mencoba menaiki pondasi dan berdiri untuk melihat tempat disekitar, dan memastikan sosok yang berada digardu tersebut.

“Rud.. Rud.. Motor kamu!!” Ucap dani sambil menunjukan motor milik rudi gan

PERCAYALAH GAN!!

Motor milik rudi yang tadinya terparkir dengan dikunci setang disebelah kebon kososng utara rel berubah posisi tempat parkir disebelah selatan kebon gan, tempat dimana kita pernah jongkok sambil bersandar dipondasi tersebut. ANEH DAN GAK MASUK AKAL GAN! yang membuat aneh gan, jika kita memarkirkan dikebon selatan itu tidak masuk akal karena bukan jalan untuk dilewati motor, apalagi pejalan kaki, karena tekstur tanahnya gembur.

Note: Kejadian ini hampir mirip-mirip seperti taksi karet bivak, bus yang terparkir diarea tambak dikota ane, dan bus yang menerobos ketengah hutan disalah satu jalan hutan alas jawa timur, ANEH MEMANG TAPI INI NYATA GAN!!

Ane dan rudi segera menyusul dani yang berdiri diatas rel gan, dan asal agan tahu, tempat dimana ane berdiri itu tepat dimana ane dihantui sosok wajah yang sangat menyeramkan sebelumnya,

Quote:“Hahh.. Kok bisa disini?” Tanya rudi keheranan

Kali ini ane yakin rudi tidak bercanda sama sekali, ane pun sangat heran gan, kita sebelumnya belum memikirkan bagaimana cara nantinya membawa motor milik rudi tersebut, yang kita pikirkan siapa yang memindahkan motor ini.

“Apa mereka rud yang memindahkan motor mu?” Tanya dani

Njiirrr.. merinding ane ketika mengetik disesi ini gan, sumpah.

“Haahh.. liat dan kayaknya iyah, coba mereka semua berdiri.” Jawab rudi

“Duh.. mereka berempat dan, kita bertiga.” Ucap dani

Sementara ane masih bingung apa yang dikatakan mereka gan, bahkan ane mengemati sampai-sampai ane mencoba untuk tidak menoleh kearah yang lainnya, untuk mencoba melihat apa yang dilihat kedua teman ane tersebut.

Quote:“Dann… Dann… liat mereka seperti melihat kita!” Ucap dani cemas

Dalam hati ane, “Ah pasti kita sedang dikepung nih.”

Dan memang benar gan kita sedang dikepung oleh beberapa sosok penunggu disitu, nanti ane ceritakan satu persatu

“Ayo rud, liat motormu!” Ucap dani

Akhirnya kita turun kesebelah selatan rel gan

“Gak ada apa-apa?” Tanya rudi

Rudi mengambil kunci motor dan segera menyalakannya gan

“Jreeenggg… duk..duk…dukk..dukk…” Suara motor nyata dengan double stater

Ane mencoba mengamati motor milik rudi berikut jejak jejak sekitar tanah gan, DAN AGAN TAHU JIKA TANAH GEMBUR TENTUNYA KITA MELANGKAH SAJA ADA JEJAKNYA GAN, DITAMBAH LAGI SORE HUJAN HARUSNYA ADA JEJAK MOTOR MILIK RUDI JIKA MEMANG MOTOR MILIK RUDI ITU DIBAWA OLEH SESEORANG. TAPI INI TIDAK GAN!! SEKALI LAGI TIDAK ADA SAMA SEKALI JEJAK MOTOR ATAUPUN JEJAK KAKI YANG MENUNJUKAN MOTOR RUDI DIBAWA KE TEMPAT TERSEBUT.

Yang anehnya lagi gan, ketika ane sendiri memegang setang rudi, motor rudi masih dalam keadaan TERKUNCI SETANG. Malam tersebut malam yang begitu menegangkan gan, mungkin ketakutan ane menjadi fifty fifty, antara takut dengan maling bersenjata dengan sosok penunggu yang usil dengan motor milik rudi gan. jadi jika waktu itu mendengar suara menangis atau melihat sosok manusia saja. Mungkin kita sudah lari, karena posisi kita masih belum dewasa.

Quote:Lantas ane melihat dani yang kembali menaiki rel sambil melihat ke arah gardu tempat petani beristirahat

“Orangnya masih disana rud, gimana nih?” Ucap dani cemas

Dani mengira motor rudi sengaja disembunyikan oleh maling, sementara ane meyakini motor rudi berubah tempat gara-gara keusilan mahluk halus di rel kereta tersebut. Hal yang masuk akal dari ane, karena tidak mungkin sekali motor rudi diletakkan hanya berseberangan, dan yang kedua motor milik rudi masih terkunci setang, yang ketika ane lihat tidak ada tanda-tanda jejak ditanah ban motor ataupun kaki yang membawa motor milik rudi disitu gan, yang terakhir mungkin bisa dijadikan bayangan agan sekalian, antara sebelah utara dan selatan itu dipisahkan dengan rel kereta api yang tinggi rel itu sendiri kurang lebih satu meter lebih, dan ataupun jika motor rudi dibawa oleh manusia minimal harus 4 orang dengan dibawa bersama, dan asal agan tahu untuk menuju sebelah kebon selatan tanpa menyeberangi dengan menaiki diatas rel perlu berjalan kaki sejauh hampir 100 meter lebih dengan melewati terowongan yang legendaris itu gan. yang jadi pertanyaan disini jika itu dilakukan manusia apa mau membawa dengan mengangkat motor rudi sejauh 100 dengan dikunci setang, kalau mau malingnya bodoh.

Quote:

Untuk memindahkan motor dengan menyeberang rel itu sangat susah jika diangkat, karena posisi rel kereta api lebih tinggi dengan tanah yang berada disamping kanan kirinya
Quote:

Foto: Terlihat posisi tinggi rel yang ane foto tersebut tingginya kurang leboh 1 meter, dan itu tinggi yang paling rendah gan, sedangkan tepat ane berdiri mengambil foto adalah disebelah utara rel dimana lebih dekat dengan perkampungan warga, disebelah utara rel pula, motor rudi tadinya diparkir disini gan.

Note: posisi gardu itu disebelah utara gan, dan jaraknya memang tidak jauh dari rel kereta api, karena kebon tebu sendiri hanya berjarak sekitar 10 meter dari rel. di gardu tersebut tidak ada penerangan lampu, hanya dengan bantuan sinar bulan yang membuat kita bisa melihat dengan kejauhan, jadi yang kita lihat hanya bentuk manusia seperti bayang-bayang tanpa terlihat warna baju ataupun wajah dari seseorang yang berada disitu gan.

Quote:“Ayo.. Ayo bawa saja!!” Ucap ane agar cepat-cepat meninggalkan tempat tersebut

“Ayo…” Jawab rudi sambil menuntun motor miliknya

Ane dan dani berada dibelakang rudi dengan mendorong motor miliknya karena terkadang motor milik rudi sesekali berputar ditempat karena tanahnya yang gembur dan becek, kayak motor disirkuit cross itulah gan, bannya muter muter selip tapi gak jalan. (PERISTIWA INI JUGA TERJADI KETIKA ANE MANCING DENGAN UCUP DAN RUDI KETIKA DIPINGGIR LAUT, NGAKAK SEKALIGUS TAKUT)

APESNYA JURAGAN!!!

Karena rudi mempunyai motor itu jarang sekali membeli bensin di POM BENSIN, hampir dikatakan mustahil gan rudi membeli bensin di SPBU, dia lebih sering membeli bensin eceran. bensin milik rudi HABIS! Apalagi tahu sendiri gan, motor milik ane dan rudi sudah buat muter-muter gak jelas sejak tadi sore.

Quote:“Glegek.. Glegek..” Suara motor rudi yang berhenti

“Duhh.. Habis.” Ucap rudi secara otomatis ketika motornya mati gan, (bener-bener enteng banget gan ngomongnya seperti tanpa dosa)

“Wanjjiiirr.” Dalam hati ane

Bener-bener tobat ane sama rudi waktu itu

Bisa dibayangkan gan, paniknya ane waktu itu, sumpah bener-bener panik, kita harus menuntun motor seperti diareal sirkuit cross, malam hari, ditempat yang angker, sepi tanpa ada seseorang yang lewat, ditambah lagi kedua teman ane melihat sosok digardu yang ane sendiri tidak melihat gan. FYI. Disebelah selatan kebon itu TIDAK ADA SAMA SEKALI RUMAH. Bisa ditanyakan dengan beberapa kaskuser yang sudah tahu tempat ane.

Quote:“Dimiringin coba!!” Ucap dani

Rudi memiringkan motornya gan, mungkin saja bisa hidup kembali dengan sisa-sisa bensin yang setetes dua tetes ditanki motor milik rudi

“Keeerrrrr… glek glek… keeerr glek glek..” Motor milik rudi yang mencoba distater tapi tetap tidak bisa nyala gan

“Udah.. Udah dituntun saja!” Ucap ane sambil memegang behel belakang motor milik rudi

Malam itu kita semua irit bersuara gan, kita hanya mengucap kata-kata yang perlu saja gan.

APES YANG KEDUA GAN

Setelah kita menuntun beberapa meter gan, karena jalan itu tanahnya lunak, sampai-sampai sandal ane keplosok masuk kedalam tanah gan, hingga susah sekali untuk diangkat, hingga akhirnya ane tinggalkan sandal ane karena susahnya mengangkat kaki dengan sandal waktu itu, dan itu sandal dibeliin ibu ane belum lama gan.

Quote:“Bentar.. Bentar..” Ucap ane sambil bersusah payah mengangkat kaki yang terjebak tanah

Kedua teman ane berdiri dan melihat ane,

“Cepett dikit ah..” Ucap rudi

“Udah tinggal saja gampang besok diambil sekalian ambil burung.” Tambah dani

Ane pun akhirnya berjalan kaki tanpa sandal gan,

Karena sore hujan gan, langit yang masih mendung sesekali terlihat kilatan dilangit, ane disuruh untuk mencoba menaiki pondasi rel dan memastikan masih adakah seseorang yang berada digardu tersebut, karena dani sangat khawatir waktu itu gan, jika seseorang yang berada digardu itu datang dan menemui kita bertiga, pikiran dia belum terlintas kalau sosok yang digardu tersebut adalah sosok penampakan gan.

Quote:“Yas coba kamu berdiri rel, masih ada gak orangnya? Apa berjalan kesini menemui kita?” Suruh dani

“Ohh yah.” Ucap ane

Dalam hati ane, “Orang yang mana, lihat aja enggak.”

Akhirnya ane menaiki pondasi rel dan berdiri diatas rel kereta api gan,

“Gleeeeekkkkkkkkkkkk……..”

Ane melihat gan, memang ada empat orang yang berdiri dibawah gardu dengan posisi memang mengahdap ke ane waktu itu gan

“Masih!” Ucap ane

“Masih gimana maksudnya?” Tanya dani

“Ya masih disitu.” Ucap ane

“Kayaknya seperti ada ceweknya mas.” Tambah ane

“Mau kesini gak orangnya?” Tanya dani

“Enggak.. kay. (Tepat waktu ane mengucapkan ini dan belum selesai, LAMPU FLASH ALAMI alias kilatan petir menambah jelas sosok yang berdiri di gardu tersebut gan!!)” Ucap ane gemeteran

Wajah mereka memang benar menghadap ke ane gan, sosok wajahnya benar-benar RUSAK HANCUR, berdarah gan, sangat jelas sekali gan, mata mereka melotot melihat ane, mereka seperti berbaris berdampingan dengan melihat ke ane waktu itu, kulit yang sudah mengeriput, dan baju yang kotor robek dan terdapat bercak darah, bahkan ada kepala dari sosok tersebut yang mengelupas, serta sosok tersebut ada yang mirip sekali dengan sosok yang ane lihat sebelumnya bersama dani. Akhirnya ane berjalan diatas rel gan, alasan ane, ane tidak memakai alas kaki sambil mengamati orang yang digardu, padahal dari lubuk hati ane yang paling dalam. Ane ingin lari sejauh mungkin gan.

Quote:“Mas, aku amati dari atas.” Ucap ane padahal ane sama sekali tidak mau menengok lagi gan

“Ya..” Jawab dani

“Pokoknya kalau mereka kesini ngomong.” Ucap dani lagi

Jujur waktu itu gan, kita menuntun motor sejauh satu meter itu seperti lama sekali gan, karena medan yang susah. Ane melihat kedua wajah teman ane untuk sedikit mengurangi rasa ketakutan ane waktu itu gan, untungnya sosok penampakan yang muncul itu terlihat jauh gan, jadi kurang begitu membuat jantung shock. TAPI GAN!!

SECARA TIBA-TIBA GAN ADA SOSOK DIDEPAN ANE KETIKA WAJAH ANE HABIS MENENGOK KEARAH MUKA TEMEN ANE.

Tepat tidak jauh didepan ane, ane melihat sosok wanita yang berbaring tengkurap ditengah-tengah rel, sosok tersebut seorang penampakan wanita gan, dan sosoknya begitu mirip dengan apa yang ane lihat ketika ane berlari mengambil sangkar burung, waktu itu ane melihat dengan jelas gan, sosok wanita itu HANYA SETENGAH BADAN GAN!!! ane tidak melihat kaki disosok penampakan yang ane lihat, sosoknya terlihta hanya sampai pinggang saja gan, sosoknya dengan tiba tiba muncul setelah ane berbalik arah setelah melihat sosok penampakan yang berada digardu gan dan melihat kedua wajah teman ane. langsung saja ane melompat turun didepan kedua teman ane,

Quote:

Quote:Bruuuuukkkk…

“Heeehh ada apa?” Tanya dani yang kaget setelah ane turun

“Gan… gantian mas.” Jawab ane sedikit shock

“Gantian gimana? Apa orangnya kesini?” Tanya dani

“Baru saja sebentar jalan kaki, dan ngomong mau ngamati tapi kok minta gantian.” Tambahnya

Ane hanya menggelengkan kepala gan, lantas dani mencoba menaiki pondasi rel dan kemudian mencoba mengamati kebelakang dimana gardu yang terdapat sosok penampakan tersebut gan,

“Masih ada, diam saja.” Ucapnya singkat

Tak lama kemudian karena tentunya langkah dani kedepan karena berjalan kaki diatas bantalan rel kereta api, dani langsung menengok menghadapkan kembali kedepan, DAN???

Bruuuukkkkkkk…

Kembali ane mendengar dani yang melompat gan, SIALNYA dani melompat itu bukan keselatan rel seperti ane melompat sebelumnya, dani bukan melompat dimana ane dan rudi sedang bersusah payah menuntun motor, melainkan dani melompat kesebelah utara rel gan, Fyi. Jika melompat keutara itu lebih cepat menuju kearah jalan gan.

Quote:“Dan… Dan…” Ucap rudi

“Maaassss….” Ucap ane

Ternyata dan ternyata gan, dani tidak terdengar suaranya sama sekali, dia ternyata lari meninggalkan kita berdua gan.

Ane dan dani kemudian saling pandang,

Dalam hati ane, “Mungkin dani melihat apa yang ane lihat.”

TAK LAMA KEMUDIAN GAN

Sosok yang ane lihat beberapa detik sebelumnya terlihat terguling guling dengan rambut yang panjangnya jatuh tepat didepan ane gan, hampir seperti muter-muter terbang dengan rambut panjangnya, karena ane yang didepan memegangi setang motor milik rudi dan rudi berada dibelakang ane, jadi rudi tidak melihat kejadian turunnya sosok tersebut gan, sosok tersebut berada SEKITAR SATU METER GAN. tak ada pilihan lain waktu itu selain lari, dan mau gak mau ane lari mendekati sosok tersebut, bahkan ketika itu ane lari tepat dibawah ane gan, sumpah ane yang ane takutkan jika ketika ane lari sosoknya memegang kaki ane, untungnya tidak gan.

Sangat berbeda sekali gan dengan apa yang ane lakukan seperti sebelumnya ketika ane terjun dari atas rel kebawah, masih terdengar bunyi, brrruuukkkkk… tapi untuk sosok yang ane lihat benar-benar tidak menimbulkan suara apapun.

Quote:Ane berlari hampir mendekati jalan perkampungan warga yang ane katakan seperti sirkuit dragrace itu gan, hingga akhirnya ane melihat rudi yang juga sama berlari dibelakang ane

“Ada apa… Ada apa?” Tanya rudi

Ane hanya diam dan melihat wajah rudi

“Terus motornya gimana?” Tanya rudi lagi

“Mana mas dani?” Tanya ane

“Gak usah pikirin dia, pikirin motor ku saja.” Ucap rudi

“Ayo kesana dulu rud. Temuin mas dani!!” Ajak ane

“Gak usah, ayo ambil saja motornya.” Ucap rudi

Rudi takut jika ane nantinya meninggalkan motor miliknya gan

“Aku takut rud!” Ucap ane

“Gak mungkin, kita biasa seperti ini.” Jawab rudi

“Kamu ambil saja motornya rud, aku lihat dari sini.” Ucap ane

Ane kembali merasakan hawa dingin yang aneh gan, hawa seperti bakalan ada sosok yang bakalan muncul.

“Gak mungkinlah berat banget motornya.” Ucap rudi

“Ya sudah ayo!” Ucap ane

Ane sangat berharap waktu itu gan jika sosoknya sudah hilang, akhirnya ane berjalan kaki dengan rudi dengan posisi ane berada dibelakang rudi sambil menghadap melihat punggung rudi, ane tidak mau menghadap kanan kiri ataupun kebawah gan.

TIBA-TIBA Rudi berbalik arah dan kemudian lari gan!!!

Rudi berbalik arah lari dan sampai-sampai bahu ane bertabrakan dengan rudi, HINGGA ANE JATUH SAMBIL DUDUK GAN,

jreeeengggg…

Sumpah kalau didramatisir, FILM conjuring kalah jauh gan,

Ane yang jatuh sambil duduk melihat posisi penampakan wanita setengah badan itu seperti merangkang gan,DAN ITU TEPAT DIDEPAN ANE GAN sambil sesekali tangan sosok wanita itu seperti ingin merajuk kearah ane, waktu itu gan, jangankan untuk berdiri kembali, MENGGERAKKAN KAKI ANE AJA SEPERTINYA SUSAH SEKALI GAN!!, ane hanya bisa menggeserkan pantat ane kebelakang menghindari lambaian tangan dari sosok tersebut yang terlihat maju sedikit demi sedikit gan, hingga akhirnya ane mendengar suara teriakan dari rudi.

Quote:“Yasss… Yasss… Ayoo!!” Teriak rudi

Lantas ane menoleh kebelakang kearah rudi.

“Ayo!!! Ayo!!!” Ucap rudi sambil menggerakkan telapak tangannya keatas bawah

Ane yang menoleh kebelakang dan melihat rudi yang sepertinya gregetan sekali melihat ane waktu itu gan, ane membalikkan badan ane dan segera untuk mencoba berdiri, tapi susah sekali gan, hingga akhirnya ane mencoba mengumpulkan sekuat tenaga untuk berdiri dan lari, entah kenapa pada saat itu ane bisa berdiri dan lari.

Suara wanita cekakakan.

Quote:Hampir seperti yang ane alami malam sebelumnya bersama dani, setelah ane berdiri justru ane mendengar suara wanita cekakakan gan.

“Hii…Hiiii… Hiiiiii…” “Hiiii…. Hiii….Hiiii…” Suara yang ane dengar waktu itu

Dan ane memastikan gan, suara tersebut ane yakin bukan dari suara sosok tersebut, dan agan tahu dimana rudi berdiri gan? 

Sidebar