5 Cerita Anekdot Lucu Menyindir DPR

Kumpulan Cerita Anekdot Lucu Menyindir DPR yang korupsi dimana sindirian untuk dpr ini kami sajikan kepada anda semua yang mungkin membutuhkanya sebagai tugas sekolah. Yuk langsung saja baca selengkapnya dibawah ini dimana tentu saja bisa kalian jadikan sebagai sebuah cerita di sekolah dalam pelajaran bahasa indonesia.

Sindiran untuk dpr dengan sebuah cerita dimana yang hoby memakan uang rakyat namun cuman bisa tidur ketika rapat juga banyak dituangkan dalam sebuah lagu. Sindiran ini berupa teks anekdot yang lucu tentu saja. Anggota DPR yang merupakan wakil rakyat tidak jarang membuat kesal rakyat Indonesia. Banyaknya anggota DPR yang terlibat korupsi sungguh menyayat hati masyarakat Indonesia. Tak heran apabila banyak kritikan yang dilayangkan untuk para anggota DPR.

Cerita Anekdot Lucu Menyindir DPR
Cerita Anekdot Lucu Menyindir DP

Kesejahteraan DPR
Suatu hari dua pemuda bernama Dedi dan Feri terlibat percakapan tentang DPR.
Dedi: Enak a jadi DPR itu?
Feri: Kalau dipikir-pikir sih sebenarnya berat.
Dedi: Berat gimana? Gaji banyak, kerja sedikit, kalo sidang sambil tidur juga tidak apa-apa.
Feri: Sebetulnya berat, kalo jadi DPR kan berarti jadi wakil rakyat. Jadi anggota DPR berarti harus melakukan usaha demi kesejahteraan rakyat.
Dedi: Tapi kok banyak yang mendahulukan kepentingan pribadi dibandingkan kepentingan rakyat.
Feri: Begini, misalnya saya menasihati kamu agar kamu rajin belajar, tapi saya sendiri masih malas belajar. Apa tanggapanmu?
Dedi: Kamu sendiri aja masih malas belajar, malah menyuruh saya rajin belajar.
Feri: Begitu juga dengan anggota DPR. Kalau diri sendiri belum sejahtera, buat apa menyejahterakan rakyat?

Tawuran
Suatu hari Rio bercerita kepada Adi tentang acara televisi yang telah ditontonnya.

Rio: Kamu kemarin nonton tawuran di TV nggak?
Adi: Jam berapa? Aku nggak nonton.
Rio: Kemarin pas siang. Seru banget, orang-orang pada tawuran disiarkan secara langsung.
Adi: Memang apa masalahnya, kok bisa tawuran gitu?
Rio: Nggak tau, aku pas nonton sudah pada tawuran. Yang tawuran pada pake jas dan berdasi. Tawurannya di dalem gedung.
Adi: Oh, kalau itu sih sidang DPR. Aku kemarin juga nonton, tapi nggak sampai yang berantem gitu.

Mengikuti Kuis

Suatu hari Doni dan Roni mengikuti sebuah kuis berhadiah. Doni menjadi pengarah sedangkan Trio menjadi penjawab. Apapun yang dikatakan Trio, Doni hanya boleh menjawab ya, tidak, atau bisa jadi.

Doni: Nama tempat?
Trio: Tidak!
Doni: Orang?
Trio: Ya, ya, ya!
Doni: Profesi?
Trio: Ya!
Doni: Pejabat?
Trio: Ya, ya!
Doni: Di kantor suka tidur?
Trio: Ya!
Doni: Banyak yang korupsi?
Trio: Bisa jadi, bisa jadi!
Doni: Anggota DPR?
Trio: Ya…!

Akhirnya Doni menjawab betul.

Mewakili Rakyat
Dion dan Udin sedang berbincang-bincang tentang DPR. Udin beranggapan bahwa menjadi anggota DPR itu enak. Namun, Dion miris dengan anggota DPR.

Dion: Jadi DPR kayaknya enak ya?
Udin: Ya iyalah, gaji gede, tunjangan juga gede.
Dion: Tapi saya miris. Rakyat masih banyak yang susah, wakil rakyat banyak yang hidup mewah.
Udin: Namanya juga kan wakil rakyat. Rakyat pengen punya mobil, udah diwakili sama DPR. Rakyat pengen punya rumah mewah, udah diwakili DPR. Rakyat mau hidup sejahtera, DPR udah pada sejahtera. Sudah mewakili rakyat kan?
Dion: Ada betulnya juga yang kamu bilang tadi.

Sidang DPR
Nino merasa geram dengan para anggota DPR yang tidur saat sidang. Namun, Toni menjelaskan alasan mengapa mereka tidur saat sidang.

Nino: Parah bener para anggota DPR, udah digaji pakai uang rakyat, eh waktu sidang pada tidur.
Toni: Mungkin ada alasannya kali mengapa mereka tidur.
Nino: Alasan apa? Masa rakyat harus menggaji wakil rakyat yang kerjanya seperti itu?
Toni: Begini, kalau kamu materi dari guru, tapi materinya kurang menarik, kamu juga ngantuk kan?
Nino: Iya sih.
Toni: Begitu juga dengan DPR. Coba topik sidang yang dibahas itu bukan membahas tentang rakyat. Coba bahas topik yang sekiranya menarik bagi DPR.
Nino: Misalnya?
Toni: Coba topik sidangnya tentang proyek, gaji, posisi jabatan, pokoknya yang ada hubungannya dengan duit.
Nino: Hahaha.

DPR itu…
Dodi bertanya kepada Alam kalau menjadi DPR adalah pekerjaan yang enak. Alam kemudian bertanya balik kepada Alam tentang DPR.

Dodi: Kerja jadi DPR enak ya?
Alam: Namanya saja DPR, kamu tau apa itu DPR?
Dodi: Yang jadi wakil rakyat itu kan?
Alam: DPR itu Datang Paraf Rupiah.

Percakapan-percakapan di atas tidak menggunakan bahasa baku. Hal itu memang sengaja agar percakapan tak terkesan kaku Cerita anekdot di atas hanyalah cerita fiksi. Jika ada pembaca yang keberatan karena namanya tercantum di atas, silakan isi komentar.

tag :sindiran untuk dpr, teks anekdot sindiran korupsi, contoh teks anekdot lucu dan menyindir, contoh anekdot politik, contoh teks anekdot menyindir koruptor, teks anekdot menyindir polisi, teks anekdot pendek, teks anekdot tentang korupsi, contoh teks anekdot menyindir teman

Sidebar